GEMPA, MEMATAHKAN ASA

 Kamis, 4 Pebruari 2021

Hampir satu bulan telah berlalu gempa bumi pemula pada tanggal 14 Januari 2021. Hingga kini para pengungsi yang terdampak langsung dengannya masih berada bediam di tempat pengungsiannya. Mereka trauma terhadap kemungkinan gempa-gempa yang dapat saja bersusulan. Apalagi rumah tempat tinggal mereka selama ini retak bahkan hancur disebabkan getaran gempa. Keadaan inilah yang membuat mereka bersikukuh untuk tetap berada dalam pengungsian.

Beberapa hari yang lalu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  menyebutkan bahwa daerah Sulawesi Barat yang diguncang gempa kini telah masuk dalam periode pasca seismik (post seismic). Sulbar berproses menuju kondisi yang kembali stabil dan normal setelah gempa.

Menurut Koordinator Bidang Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG, Daryono sebagai  dikutip dari Kabarsulbar.com menjelaskan bahwa gempa Majene dan Mamuju  memiliki produktivitas gempa susulan yang sangat rendah. Menurutnya, kesimpulan itu didukung dengan penghitungan estimasi peluruhan gempa maka zona gempa Majene dan Mamuju di Sulbar sudah masuk dalam kondisi tersebut. Terhitung sejak pertama kali, gempa sudah terjadi sebanyak 48 kali baik terasa maupun tidak terasa. Berdasarkan catatan, gempa mengalami penurunan skala kekuatannya.

Pertanggal 3 Pebruari 2021 tepatnya pukul 16.25 WITA gempa bumi kembali terjadi dengan kekuatan 5,2 magnitudo getaran. Kekuatan gempa tersebut cukup terasa di beberapa tempat dalam wilayah Sulawesi Barat. Peristiwa ini mematahkan kekuatan rasio manusia yang mengestimasi bahwa kondisi Sulbar terutama pada daerah yang rawan  terdampak gempa sudah mulai kondusif. Gempa bumi pertanggal 3 Pebruari 2021 sore hari membuat nyali orang-orang yang terdampak kembali surut. Mereka kembali dikagetkan oleh gempa susulan sehingga takut untuk meninggalkan tempat pengungsiannya.

Kejadian ini semakin memperkuat keyakinan bahwa prediksi manusia itu tidak dapat diyakinkan secara absolut. Manusia hanya memperkirakan, namun penentu sejatinya yaitu Sang Pengendali segala peristiwa alam.


HARI PERTAMAKU DI PEBRUARI

 Senin, 1 Pebruari 2021

Hari ini merupakan hari pertama saat berada pada bulan Pebruari bertepatan dengan hari Senin. Salah satu hari yang baik di antara hari-hari lainnya dalam sepekan. Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara pada salah satu lembaga/Kementerian di Indonesia pada hari dan tanggal ini merupakan hari efektif untuk berkinerja selama kurun waktu tertentu dari pagi hingga sore. Dan kebenaran bahwa hari ini juga merupakan hari pertama kami berkinerja melalui sistem work from office (WFO) setelah sebelumnya selama dua pekan melaksanakan work from home (WFH). Bentuk kinerja ini merupakan tindak lanjut dari adanya surat resmi dari Atasan Langsung yang memberikan kebijakan tentang itu. 

Mengawali hari efektif pertama pada bulan pebruari ini yang dilakukan pertama saat tiba di kantor yaitu melakukan absensi dengan absensi wajah. Hal ini sudah biasa bagi kami pada masa WFO. Setelah itu, kami pun menunggu waktu untuk mengikuti apel pagi setiap hari efektif kerja. Setelah kedua aktivitas itu dilakukan sebagai bagian mutlak dalam mengisi waktu efektif dalam berkinerja di kantor, kami yang kebenaran berprofesi sebagai ASN yang memiliki jabatan fungsional tertentu yakni Pengawas Madrasah berdiskusi beberapa hal tentang pengalaman kinerja selama masa WFH.   

LIBUR (GURU) MADRASAH

Oleh: Yusmin Muin                    Libur merupakan satu bagian yang tidak terpisahkan dari setiap orang. Siapapun ia dan apapun aktivitasn...