BERTAMU KEPADA KAKEK PARA WALI DI TOSORA


Oleh: Yusmin Muin

Hari Ahad, 24 Dzulhijjah 1443 H atau bertepatan dengan 24 Juli 2022 merupakan hari spesial bagi penulis. Pada hari tersebut penulis melakukan suatu perjalanan yang cukup jauh untuk sebuah kegiatan yang penulis sebut 'wisata ruhani'. Perjalanan tersebut bertujuan untuk berziarah kepada salah seorang ulama besar bahkan disebut sebagai salah seorang wali Allah di maqam yang berada tepat di desa Tosora kecamatan Majauleng yang cukup jauh dari pusat kota Sengkang Wajo. Ulama yang dimaksud yaitu Syaikh Assayyid Jamaluddin al Akbar al Husainiy. Menurut keterangan salah satu tulisan disebutkan bahwa Beliau merupakan cucu Rasulullah generasi ke-20 dari jalur Fathimah Al Zahra. Beliupun juga merupakan kakek kandung dari empat orang Wali Songo di Jawa, yaitu Syaikh Sunan Maulana Malik Ibrahim, Sunan Giri, Sunan Ampel, dan Sunan Gunung Jati.  

Perjalanan 'wisata ruhani' awalnya dimulai dari Majene bersama dengan dua ikhwan yang merupakan andalan bagi para jamaah Thariqah Qadiriyah wa Annaqsyabandiyah (TQN) Suryalaya perwakilan Majene Sulawesi Barat. Mereka berdua itu yaitu ustadz Muhammad Naim dan ustadz Shafiyuddin bersama Penulis memulai perjalanan pada Sabtu malam hari menuju sebuah tempat yang berada di Sengkang, kabupaten Wajo. Perjalanan pada malam itu lebih awal dari rencana bersama rombongan jamaah dari kabupaten Polewali Mandar dan kota makassar. Sebelum melanjutkan perjalanan keesokan harinya menuju Sengkang, kami singgah menginap di kota Pare-Pare.

Keesokan harinya yakni hari Ahad, para rombongan dari titik kumpul Lampa di Mapilli bagi jamaah TQN Polman dan titik kumpul dari TQN Makassar bergerak maju menuju satu titik kumpul temu di maqam Syaikh al Sayyid Jamaluddin Akbar al Husainiy yang terletak di desa Tosora Sengkang. Bagi penulis, perjalanan menuju Sengkang merupakan perjalanan perdana. Hal ini menginspirasi penulis untuk mendokumentasikan setiap perihal unik yang ditemukan dalam perjalanan. Dalam perjalanan menuju maqam, jalanan mulus beraspal, berlubang, maupun rintisan dengan kerikil lepas dan berdebu memberi warna tesendiri terhadap indera penglihatan penulis. Begitu juga halnya tentang asrinya suasana alam sekitar ikut mempengaruhi suasana batin penulis bersama para ikhwan dan akhawat sebagai tamu wali Allah. Terbersit kesadaran qalbu bahwa begitu ikhlasnya para wali Allah dalam menempuh suluk atau riyadhah. Bagaimanapun beratnya ujian dan hambatan yang menghalangi mujahadahnya, melintas hutan terpencil dan menakutkan, jauh dari hiruk pikuk manusia, mereka tetap istiqamah menempuhnya sampai ke suatu kampung sejauh dan terpencil seperti Desa Tosora beberapa abad lalu.    

Cerita di lokasi

Sekira pukul dua belas lewat tiga puluh menit, kami bertiga tiba di Tosora yakni di pelataran maqam Syaikh Jamaluddin Kabir al Husainiy. Oleh karena bertepatan masuknya waktu shalat dzuhur, kami terlebih dahulu shalat dzuhur yang dijamak dengan ashar di Masjid Raya Ummul Huda Tosora yang terletak di seberang jalan di depan komplek maqam Syaikh Jamaluddin Akbar. Setelah itu, kami berbincang lepas dengan Juru Kunci Maqam yang bernama Alang di pelatarannya sebelum memasuki area inti maqam sambil menunggu rombongan jamaah dari Polman dan Makassar yang menyusul kedatangannya sekira dua jam kemudian.

Berdasarkan penjelasan Alang, maqam ini sebelum seperti keadaannya sekarang pernah tidak diketahui keberadaannya karena tertimbun tanah. Namun bermula dari kedatangan Gus Dur bersama seorang Habib dari Jombang, Jawa Timur (sumber info, Alang tidak menyebutkan nama Habib yang dimaksud) mendeteksi posisi maqam. Atas perintah Gus Dur berdasarkan deteksi Sang Habib penggalian pun dilakukan hingga ditemukanlah maqam tersebut.

Salah satu hal unik yang menjadi bagian penting bagi keberadaan maqam Syaikh Jamaluddin yaitu terdapatnya bangunan fisik berupa masjid. Bangunan asli masjid yang masih tampak terlihat yaitu bangunan tembok. Menurut Alang, susunan batu sebagai temboknya itu menggunakan telur. Sisi lain yang ada yaitu itu sebuah sumur yang berada di bagian tenggara masjid. Menurut Alang, sewaktu proses rehabilitasi kompleks maqam keberadaan sumur itu tidak menjadi perhatian terutama oleh kontraktor yang mengerjakan dengan alasan tidak ada di denah gambarnya. Padahal oleh Alang dikatakannya bahwa ia menemukan titik sumber mata air sumurnya. Walaupun demikian respon kontraktor, Alang tetap berupaya melakukan penggalian untuk menemukan sumber mata airnya sampai kini sumur itu pun dipasangi cincing sperti biasanya kebanyakan sumur lainnya. Bahkan oleh penanggung jawab maqam mengelola mata airnya menjadi air kemasan botolan meskipun belum punya merek dagang. Penulis pun sempat mengkonsumsi olahan air sumur itu yang rasa khasnya tidak kalah tawar dengan air mineral pabrikan. Bahkan penulis bersama rombongan lainnya pun membawa pulang sebagai oleh-oleh dari sana dengan motivasi bertabaruk kepada Allah melalui air olahan alami itu.

Seperti biasanya sebagai rutinitas Jamaah Thariqah Qadiriyah wa An-Naqsyabandiyah (TQN) Suryalaya setelah semua jamaah tiba di lokasi kegiatan dzikir tahlilan pun dilakukan. Acara dzikir dipandu oleh Ketua TQN Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat, KH. Mandala bersama Ketua TQN Sulawesi Barat, Ustadz Adam. Tanpa terasa tetesan air mata menyertai jalannya dzikir tersebut. Bahkan ada beberapa jama'ah tampak terdengar suara sesenggukan yang mungkin berupaya menahan tangis agar tidak terdengar suara tangis dari mereka. Subhanallah. Dan tanpa terasa acara dzikir tahlilan pun selesai dilaksanakan pada sore hari ba'da ashar. Para rombongan pun berbenah diri untuk kembali ke masing-masing daerah titik awal keberangkatannya. Sementara, Penulis bersama KH. Mandala, ustadz Muh. Naim, ustadz Shafiyuddin berangkat pulang terakhir menunggu para ikhwan dan akhawat lainnya lebih dulu berangkat.

Hal unik dari ziarah kami ke Syaikh al Habib Jamaluddin al Kabir yaitu Kepala Desa Tosora yang ikut melayani dalam ziarah ini tampak merasakan kenikmatan spiritual setelah berbincang dan mendapatkan nasehat-nasehat Islami sehingga Sang Kepala Desa ikut menjadi bagian dari orang yang ditalqin dzikir. Subhanallah. Bahkan disampaikan oleh akan mengundang Jama'ah TQN untuk hadir nanti pada saat acara peringatan Haul Syaikh al Habib Jamaluddin al Akbar al Husainiy pada bulan Oktober yang akan datang.    

Cerita Perjalanan Pulang

Sepulang dari ziarah ke Wali Allah Syaikh Jamaluddin al Kabir, penulis kembali menyaksikan panorama alam kota Sengkang dan kawasan-kawasan yang dilewati yang mungkin menjadi ikon kabupaten Wajo. Tampak oleh Penulis, ada Masjid Agung Ummul Qura Sengkang, Danau Tempe, dan lainnya. Pokoknya, bagi Penulis perjalanan pada waktu itu sangat berkesan apalagi merupakan perjalanan perdana menginjakkan kaki di kabupaten Wajo.

Sesi yang sangat berkesan pula bagi Penulis dalam perjalanan pulang waktu itu yakni saat Kami singgah shalat maghrib di salah satu masjid di pinggiran Danau Tempe, yaitu masjid Raodhah. Selepas shalat, kami sempat berbincang-bincang sejenak. Atas taqdir Allah, dalam perbincangan kami ternyata ada salah seorang jama'ah masjid yang turut gabung dalam perbincanagan kami. Bahkan tidak lama berselang, imam masjid tersebut ikut bergabung juga. Kiyai Mnadala pun memanfaatkan moment tersebut untuk memberikan pencerahan. Walhasil, keduanya ingin bertalqin dzikir. Atas perintah Kiyai Mandala, ustdaz Muh. Naim melakukan proses pembimbingan kepada keduanya sebelum akhirnya mereka ditalqin dzikir. Hal membuat takjub bagi Penulis yaitu bahwa selama ini imam masjid tersebut mendambakan suatu saat ingin menjadi bagian dari suatu komunitas yang menghantarkannya untuk lebih dekat kepada Allah termasuk proses talqin dzikir yang dilakukan saat kami berada di masjidnya pada malam itu. Luar biasa, bagi penulis hal itu merupakan pengalaman spiritual. Kami dipertemukan oleh Allah dengan seorang hamba-Nya yang selama ini merindukan sebuah jalan kedekatan kepada Allah Jalla wa 'Ala.

Demikian cerita singkat ini. Semoga bermanfaat.

 

LIBUR (GURU) MADRASAH

Oleh: Yusmin Muin                    Libur merupakan satu bagian yang tidak terpisahkan dari setiap orang. Siapapun ia dan apapun aktivitasn...