Oleh: Yusmin Muin
Hari Santri tahun 2025 menjadi momentum reflektif bagi seluruh komponen bangsa, khususnya komunitas pesantren dan madrasah, untuk kembali meneguhkan semangat juang, cinta tanah air, dan peran santri dalam mengawal kemerdekaan serta membangun peradaban dunia yang berkeadaban.
Tema nasional “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia” menggambarkan tekad bahwa santri tidak hanya menjadi penjaga kemerdekaan dalam arti fisik dan politik, tetapi juga penjaga kemerdekaan dalam dimensi spiritual, moral, dan intelektual. Santri masa kini diharapkan tampil sebagai generasi yang mampu menggabungkan nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan universal untuk mewujudkan peradaban dunia yang damai dan berkeadilan.
Dalam semangat itu, peringatan Hari Santri di tingkat kabupaten Majene tahun ini disemarakkan dengan beberapa kegiatan. Salah satu kegiatannya yaitu lomba pidato tiga bahasa (Arab, Inggris, dan Indonesia). Pada lomba pidato tiga bahasa yang dilaksanakan di Kampus 2 Pondok Pesantren Miftahul Jihad Tande tersebut terlaksana dalam satu hari kegiatan. Kegiatan lomba bersamaan dengan pertandingan lainnya pada hari sabtu tanggal 18 oktober 2025. Peran pengawas satuan pendidikan (madrasah) tidak terlewatkan oleh panitia pelaksana. Dalam kegiatan itu tiga orang pengawas madrasah dipilih sebagai dewan juri lombanya yang terdiri dari Badriah, Asliah, dan Yusmin Muin. Ketiganya mewakili dari ketiga jenis bahasa yang dilombakan.
Menurut penulis, melalui penguasaan bahasa asing (Arab dan Inggeris) ditambah penguasaan bahasa persatuan bangsa Indonesia yakni bahasa Indonesia, para santri diharapkan mampu menyelami makna perjuangan umat Islam secara global dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. Demikian pula melalui penguasaan bahasa, santri dilatih menjadi juru bicara yang dapat menyuarakan keadilan dan perdamaian di forum internasional. Melalui bahasa itu juga, santri dapat meneguhkan identitas kebangsaan yang kokoh dan memperkuat semangat nasionalisme yang berakar pada nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa santri Indonesia adalah bagian dari warga dunia yang berkontribusi aktif terhadap perjuangan kemanusiaan universal. Semangat kemerdekaan Palestina mencerminkan nilai-nilai yang juga menjadi dasar perjuangan bangsa Indonesia: kebebasan, keadilan, dan martabat kemanusiaan.
Dengan demikian, lomba pidato tiga bahasa ini tidak hanya melatih kemampuan komunikasi lintas bahasa, tetapi juga menghidupkan kesadaran santri tentang pentingnya mengawal kemerdekaan — baik di tanah air maupun di panggung dunia.
.jpeg)