Oleh: Yusmin Muin
Sesaat setelah aku baru saja duduk santai di ruang tamu sehabis pulang dari shalat berjamaah Isya' di masjid, informasi melalui chatting salah satu WAG masuk ke gawaiku. Informasi ini menyebutkan peristiwa gempa bumi dengan kekuatan 4,5 magnitudo.
Menurut catatan BMKG, kejadiannya pada tanggal 31 Januari 2021 pada pukul 20.13 WITA. Titik gempa berada pada 3.00 LS - 118.92 BT [darat, 36 km arah selatan Mamuju], Kedalaman 20 km. Namun menurut catatan aplikasi playstore BMKG pada HP Aku, gempanya berkekuatan 4,4 M dengan kedalaman pusat gempa 14 km. Lokasi gempa 45 km Timur Laut Majene pada 3,14 LS-119,09 BT. Skala MMI-nya dapat dirasakan pada wilayah III Majene, wilayah II Mamasa, wilayah II Polman. Perbedaan data ini bukan soal bagiku. Yang penting yaitu, semuanya memiliki kesiapan antisipatif untuk melakukan mitigasi bencana?
Jika brpatokan pada rilis BMKG tentang waktu kejadiannya, maka pada saat gempa tersebut aku bersama jamaah lainnya masih berada di masjid. Beruntunglah pada saat itu kami tidak merasakannya. Begitu pula gempa tidak mengakibatkan kerusakan. Karena jika demikian, maka saya perkirakan jamaah masjid akan panik berhamburan meninggalkan ruang ibadah.
Informasi gempa ini langsung kutuangkan dalam rangkaian tulisan digital pada blog yang aku punya sambil menunggu kemungkinan update berita dari media-media televisi nasional yang ada. Pada saat menulis, nampak di sekitar aku istri yang didampingi si anak bungsu dengan seksama mendengar kalimat-kalimat dari seseorang. Terdengar dari tempat aku menulis, orang itu mengabarkan kejadian gempa barusan. Sambil sesekali si istri tercinta menyela untuk ikut bersuara atas peristiwa gempa itu juga.
Hingga pukul 21.07 WITA saat aku masih memainkan jari-jari tangan untuk bernarasi melalui tombol gawai android, aku belum mendapatkan satu pun siaran televisi yang menginformasikan sepintas sekalipun tentang kejadian gempa, termasuk melalui berita berjalan padanya.
Pada saat yang sama, informasi yang masuk ke gawaiku, langsung aku bagikan ke beberapa WAG yang ada. Tujuannya yaitu agar mereka mengetahuinya pula sehingga nanti dapat siaga atas kejadian gempa. Khawatir jika kejadian gempa terbesar pada pertengahan bulan Januari lalu terulang lagi sampai menghasilkan banyak korban reruntuhan bangunan. Yah, semoga melalui informasi itu mereka tetap siapa atas segala kemungkinan buruk yang dapat diakibatkannya. Bagi aku bersama keluarga kecilku, malam ini tepatnya 31 Januari 2021 akan mempersiapkan diri dari segala kemungkinan efek buruk jika terjadi gempa susulan. Tidur bergantian mungkin salah satu cara. Demikian pula menjaga jarak dari dinding tembok pada saat tidur, dan langkah terakhir yaitu mengatur arah kendaraan pribadi menghadap ke luar pagar agar lebih mudah proses penyelamatan diri mnghindari kemungkinan terburuk efek gempa, yakni menjauhi dataran rendah menuju ketinggian jika ada ancaman terjangan tsunami.
Satu hal lagi yang tak akan mungkin terlewatkan yakni doa buat saudara-saudariku sesama warga Sulawesi Barat terutama yang berdomisili di daerah pusat gempa semoga mereka semua dalam keadaan aman dan sehat. Demikian pula terhindar dari dampak buruk gempa yang barusan terjadi.
Amin.
Pakkola-Majene, 31 Januari 2021

5 komentar:
Ya Allah... semoga keluarga dan sanak saudara Bapak dilindungi dari bencana..
Amiiin. Terima kasih atas doanya ibu. Saya sampai tengah malam ini tdk dapat tidur krn waspada susulan.
Semoga senantiasa diberi kesabaran, kekuatan dan tidak ada korban jiwa..
Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua ustadz, Amin.....
Amiiin. Mari kita isi waktu dengan memperbanyak doa. Terima kasih ya.
Posting Komentar