RAPAT KOORDINASI LINTAS SEKTOR

 Oleh: Yusmin Muin



Hari ini via telpon Pemerintah Kabupaten Majene melalui Pemerintah Kelurahan Banggae menyampaikan bahwa ada pertemuan Pemerintah Kabupaten Majene bersama tokoh-tokoh Majene termasuk di dalamnya para tokoh agama.

Menurut tampilan slide proyektor yang terpasang di ruangan Pola Kantor Bupati Majene bahwa pertemuan tersebut berbentuk Rapat Koordinasi Forkopimda Kabupaten Majene bersama Lintas Sektor.

Dalam perjalanan rapat, penyampaian Bupati mengatakan bahwa pertemuan ini menyikapi persoalan yang berskala nasional yang terjadi terakhir tentang kekisruhan yang terjadi baik di Pusat Ibukota Negara hingga ke beberapa daerah termasuk di Majene sendiri.


Dalam rapat, diungkapkan harapan Presiden RI bahwa Negara sebagai point penting yang seharusnya dibahas dalam rapat. Presiden menghimbau dengan mengatakan bahwa Negara harus hadir melindungi rakyatnya dari tindakan-tindakan anarkis termasuk melindungi hak-hak demokrasinya dalam menyampaikan aspirasi secara damai. Inilah yang menjadi titik tolak pembahasan dalam rapat sebagai hal yang disampaikan oleh pemandu rapat.

Jalannya rapat tersampaikan saran-saran dari berbagai unsur. Oleh salah seorang tokoh budaya menyampaikan agar Pemkab mengedepankan kegiatan yang berbasis budaya lokal dan menentukan tema-temanya agar tumbuh kearifan terhadapnya. Menurutnya, rapat koordinasi (rakor) atau yang semacamnya sebaiknya dilakukan tidak hanya nanti setelah terjadi problem. Akan tetapi masih menurutnya, rakor itu dilaksanakan secara rutin.

Selain itu, Ketua MUI Majene justru menekankan bahwa perlu penguatan aspek religi sebagai bentuk pendekatan yang perlu dilakukan selain aspek budaya. Oleh karena masyarakat Majene dikenal dekat dengan aspek religius. Jika hanya mengandalkan aspek budaya maka dapat saja budaya (lokal: penulis) dapat dipengaruhi oleh budaya ini dan itu yang tidak sesuai dengan agama dan budaya lokal. Oleh karena itu, kegiatan religi tetap dibutuhkan sebagai sesuatu yang dekat dengan masyarakat Majene.  

Selain itu, pihak perguruan tinggi sebuah universitas di Majene menyarankan perlu adanya intervensi terhadap persoalan-persoalan yang muncul, salah satunya melalui himbauan. Sedangkan salah satu dari unsur Sekolah Tinggi menyampaikan bahwa civitas akademiknya akan ikut memberikan arahan terhadap binaannya sebagaimana yang diinginkan oleh Pemerintah Kecamatan Banggae Timur.

Bagi penulis sebagai salah seorang peserta rapat justru berfikir bahwa rakyat Majene itu pada dasarnya religius sebagaimana diungkapkan oleh peserta rapat lainnya. Oleh karena keadaan Majene saat ini dihuni oleh warga yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda, maka Majene sekarang sangat terbuka. Dengan keadaan terbukanya itu, Majene sangat potensial mendapat pengaruh dari luar. Apalagi kemajuan teknologi informasi berdampak pada banyaknya media informasi melalui pemberitaan yang dapat diakses secara instan oleh siapapun sehingga dapat mempengaruhi sikap dan prilakunya. Oleh karena itu, untuk melakukan pembentengan dan sekaligus pembenahan terkait dengan sikap dan prilaku masyarakat dibutuhkan keterlibatan dan komitmen bersama semua pihak yang ada di Majene. Keterlibatan ini tidak cukup hanya melalui kegiatan-kegiatan yang hanya sebatas seremonial dan temporal. Kegiatan mestinya berbentuk pembimbingan atau pembinaan yang regulatif dan berkesinambungan yang ditopang dengan perwujudan program terstruktur dan memperlihatkan keteladanan akhlak semua pihak terutama para pejabat baik politik maupun pejabat karir di instansi pemerintah sebagai pihak-pihak yang sering disorot oleh rakyat.

Tidak ada komentar:

LIBUR (GURU) MADRASAH

Oleh: Yusmin Muin                    Libur merupakan satu bagian yang tidak terpisahkan dari setiap orang. Siapapun ia dan apapun aktivitasn...