HARAPAN 2022 UNTUK MANAJEMEN ZAKAT FITRAH DI LINGKUNGAN PAKKOLA

Oleh: Yusmin Muin

Bulan puasa ramadhan telah datang dan bahkan hampir kembali meninggalkan kita. Tanpa terasa perjalanan waktu antar tahun dari 2021 menuju 2022 terasa singkat. Kedatangan Ramadhan untuk bertamu ke rumah-rumah qalbu kaum muslimin dan muslimat dengan mengetuk pintu kesadaran keberimanan semua yang mengaku diri muslim.

Secara kuantitatif umat muslim itu banyak bahkan menjadi yang mayoritas di Indonesia. Akan tetapi, tidak sedikit yang tampak mata maupun cerita dari orang perorang tentang perilaku muslim di bulan ramadhan yang abai terhadap rambu-rambu puasa. Sepertinya bulan ramadhan dengan perintah puasanya tidak berdampak positif terhadap kehadiran kesadaran keberimanan itu. Padahal goal dari puasa yang disyariatkan yaitu menciptakan pribadi muslim yang terpelihara dirinya dari sifat, sikap, maupun perbuatan yang bertolak belakang dengan ketentuan syariat agama Islam, atau terminologi lainnya adalah seseorang yang berpuasa dapat menjadi pribadi yang mampu melaksanakan perintah Allah sekaligus mampu menjauhi semaksimal mungkin aktivitas yang dilarang oleh-Nya. Yang demikian inilah disebut taqwa sebagai goal dari ibadah puasa yang dilaksanakan.

Alhamdu lillah.
Syahru Ramadhan pada tahun 2022 seakan kembali datang mengingatkan kita umat muslim khususnya masyarakat lingkungan Pakkola untuk tetap konsisten menunaikan salah satu kewajiban, yakni mengeluarkan zakat, baik itu zakat fitrah maupun zakat harta (mal). Termasuk pula kewajiban meng-qadha' puasa bagi mereka yang tidak mampu melaksanakan puasa secara permanen maupun tidak permanen melalui pembayaran fidyah puasa yang tertunggak. Kembali pemerintah kabupaten Majene yang berkolaborasi dengan beberapa stakeholder terkait zakat tahun ini menetapkan besaran zakat dan fidyah tersebut.
 
Dokumentasi foto tahun 2021

Sebagai salah seorang amil zakat yg ada di lingkungan Pakkola yang ditetapkan oleh BAZNAS Kabupaten Majene sangat mengharapkan bahwa inisiasi beberapa tokoh masyarakat di lingkungan Pakkola yang telah diwujudkan pada tahun lalu yakni tahun 2021 dapat kembali terlaksana tahun 2022 ini. 

Berdasarkan hasil evaluasi mandiri, Penyaluran hasil zakat kepada para mustahiq zakat tahun lalu dapat terlaksana dengan baik. Penulis, sebagai salah seorang amil juga merasa terbantu dengan pola seperti tahun lalu. Manajemen penyaluran hasil zakat kepada para mustahiq oleh amil-amil yang dimediasi oleh tokoh masyarakat melalui tim yang dibentuk dapat menyalurkannya kepada mereka tanpa mengenal sekat-sekat tertentu dalam ruang dan batas pada kawasan lingkungan Pakkola. Dengan pola yang ditempuh, kepuasan pun dapat tercapai. Bahkan banyak testimoni masyarakat khususnya mustahiq merasakan kepuasan atas metode penyaluran hasil zakat yang ditempuh tersebut. Hal itu merupakan kesuksesan yang perlu diapresiasi semaksimalnya. Itu tentunya berkat adanya kolaborasi antar semua elemen masyarakat di lingkungan Pakkola. Salah satu bentuk apresiasi yang dimaksud itu setidaknya adanya dukungan dari semua kalangan di lingkungan Pakkola berupa kontinuitas metode penyaluran hasil zakat tahun ini seperti halnya tahun lalu.

Ya, doa untuk semuanya semoga dapat terwujud demi kemaslahatan bersama antar sesama penduduk lingkungan Pakkola.
Amiin.

Tidak ada komentar:

LIBUR (GURU) MADRASAH

Oleh: Yusmin Muin                    Libur merupakan satu bagian yang tidak terpisahkan dari setiap orang. Siapapun ia dan apapun aktivitasn...