KONSEP PEMBELAJARAN ALA MENDIKDASMEN PROF. ABDUL MU'TI

 Oleh: Yusmin Muin

        Sebuah potongan video singkat yang terjadi antara Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Abdul Mu'ti dengan beberapa kalangan muda. Tampak terlihat di antara mereka terjadi perbincangan dalam susasana santai. Namun, meskipun tampak santai dari perbincangan justru terdengar suatu konsep yang diwacanakan oleh Pak Menteri tentang arah pembelajaran pada sistem pendidikan Indonesia. 
        Menurutnya, materi pembelajaran pada kurikulum pendidikan Indonesia perlu dikurangi sehingga menjadi ringan. Meskipun dinilai ringan, tetapi dalam penyampaian materinya dapat disajikan lebih mendalam karena pendidik punya waktu leluasa. Selain itu juga pendidik dapat lebih improvisatif dan peserta didik pun memliki peluang untuk mengembangkan pemikirannya.

        Menurutnya pula, nanti arah pembelajaran akan menggunakan sistem deep learning. Melalui sistem tersebut, akan terjadi kontekstualisasi pembelajaran. Berdasarkan hasil penelusuran Penulis, sistem tersebut dalam praktiknya melibatkan 3 (tiga) langkah, yaitu (1) obesrvasi yang mendalam, (2) replika bertahap, dan (3) penyesuaian dan adaptasi. Tujuan akhir dari pembelajaran deep learning adalah agar siswa tidak hanya bisa meniru apa yang dilakukan oleh ahlinya, tetapi juga mampu menyesuaikan dan menciptakan strategi mereka sendiri dengan fondasi pengetahuan yang kuat. Pendekatan ini sering diterapkan dalam bidang-bidang yang membutuhkan pemahaman konseptual yang mendalam, seperti sains, matematika, dan seni. Melalui pendekatan itu, kemampuan untuk "berpikir seperti seorang ahli" sangat penting untuk kemajuannya sendiri.


        Hal esensial yang menjadi bocoran dan merupakan rencana arah kontekstualisasi pembelajaran di satuan pendidikan melalui sistem deep learning yang diungkapkan oleh Menteri adalah pembelajaran yang mindful, meaningful, dan joyful. Terhadap ketiga istilah ini, Penulis menemukan suatu konsep paradigmatik sebagai gambaran tentang ketiga arah pembelajaran tersebut sebagai berikut:

  1. Mindful Learning:
    Pembelajaran ini mengajak siswa untuk fokus sepenuhnya pada setiap aktivitas belajar, melibatkan perhatian dan kesadaran akan proses pembelajaran. Siswa diajak untuk lebih hadir di saat ini, sehingga mampu memahami materi dengan lebih mendalam tanpa gangguan.
  2. Meaningful Learning:
    Pada pembelajaran yang bermakna, siswa mempelajari materi yang relevan dengan kehidupan mereka, yang dapat diaplikasikan atau dihubungkan dengan situasi nyata. Ini membantu siswa untuk melihat pentingnya pengetahuan yang mereka pelajari, sehingga memotivasi mereka untuk lebih aktif berpartisipasi. Melalui pembelajaran, siswa mengetahui implikasi dari materi yang dipelajarinya bagi kehidupannya. 
  3. Joyful Learning:
    Pendekatan ini menekankan kebahagiaan dan kesenangan dalam belajar. Dengan suasana yang menyenangkan dan aktivitas yang kreatif, siswa dapat merasa lebih rileks dan termotivasi, sehingga lebih mudah menyerap pengetahuan.
        Ketiga konsep pembelajaran tersebut sifatnya saling melengkapi dan berperan dalam menciptakan pengalaman belajar yang holistik, seimbang, dan lebih memuaskan yang tidak hanya dapat meningkatkan pemahaman siswa tetapi juga bahkan minat mereka dalam belajar.

Tidak ada komentar:

LIBUR (GURU) MADRASAH

Oleh: Yusmin Muin                    Libur merupakan satu bagian yang tidak terpisahkan dari setiap orang. Siapapun ia dan apapun aktivitasn...