Oleh: Yusmin Muin
Mengeluarkan zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap muslim dan muslimat tanpa kecuali. Bahkan kaum muslim yang tergolong miskin pun diwajibkan untuk mengeluarkannya meskipun melalui orang yang dapat menanggung taklif pembayarannya. Kewajiban ini ditunaikan sekali dalam setiap tahunnya, tepatnya terhitung mulai awal ramadhan hingga menjelang shalat Idul Fithri dilaksanakan.
Setiap tahun kewajiban zakat ditunaikan di berbagai penjuru dunia, tidak terkecuali di lingkungan Pakkola kelurahan Banggae Kabupaten Majene. Pada tahun 2021 ini, ada satu perbedaan dari pada beberapa tahun selama ini. Pada tahun ini, penyaluran zakat fitrah kepada para mustahiq diinisiasi disatukan atau dilakukan terpadu. Setelah para muzakki menunaikan zakat kepada para amil, hasil zakat melalui amil diserahkan kepada tim yang dibentuk sebelumnya. Sekedar diketahui bahwa tim yang dibentuk merupakan para relawan yang memediasi para amil lingkungan dalam menyalurkan hasil zakat fitrah kepada para mustahiq. Tim ini dibentuk atas fasilitasi kepala lingkungan Pakkola setelah mendapatkan beberapa masukan atau saran.
Sistem yang ditempuh dengan menyatukan hasil perolehan zakat dari para amil yang berjumlah empat orang amil untuk lingkungan Pakkola berdasarkan SK Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majene nomor: 07/SK/BAZNAS-KAB/IV/2021 tentang Penetapan Amil Lingkungan/Dusun Kecamatan Banggae Tahun 1442 H/2021 M, yakni Muh. Tasbih, H. M. Akib Tajuddin, H.M. Adnan Mubarak, dan Yusmin Muin merupakan hasil evaluasi pengelolaan hasil zakat fithrah pada tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan pengalaman sebelumnya di lingkungan Pakkola bahwa penyaluran zakat fithrah kepada para mustahiq dilaksanakan oleh masing-masing amil tanpa menyatukan hasilnya terlebih dahulu. Cara ini dinilai memiliki kekurangan yang ditandai dengan adanya keluhan para warga. Sebelumnya, ada beberapa dari mereka yang merasa dirinya layak menjadi mustahiq zakat, tetapi mereka tidak mendapatkan sama sekali bagian zakat itu. Bahkan informasinya, ada di antara mereka yang menerima itu double bagian.
Berdasarkan hal itu, upaya penyempurnaan sistem penyaluran zakat tahun ini pun dilakukan dengan cara menyatukan hasil perolehan zakat dari semua amil lingkungan Pakkola untuk disalurkan melalui tim relawan yang dibentuk. Tim itu merupakan referesentasi warga masyarakat lingkungan Pakkola yang melibatkan struktur administrasi lingkungan yakni kepala lingkungan bersama para ketua RT serta para pengurus masjid dari dua masjid yang ada di lingkungan Pakkola, yakni masjid Raudhatul Amin dan masjid Raudhatur-Rahim. Sistem dibentuk setelah melalui rapat dan ditindaklanjuti dengan pembentukan tim relawan, pendataan para muzakki dan mustahiq hingga penyaluran hasil zakat kepada para mustahiq.
Selain zakat fithrah, para amil bersama tim juga menerima bentuk pemberian lainnya yaitu berupa zakat mal, fidyah, maupun sedekah. Secara demografis, menurut keterangan lurah Banggae, M. Saufa, M.Pd.I bahwa kelurahan Banggae berpenduduk lebih dari lima ribu lima ratus jiwa dengan jumlah kepala keluarga lebih dari seribu lima ratus orang. Disampaikannya bahwa lingkungan Pakkola merupakan lingkungan yang terpadat penduduknya dibandingkan lingkungan lainnya. Menurut salah seorang eks PPS kel. Banggae yang juga menjadi anggota Tim Relawan ZIS lingkungan Pakkola tahun 2021 ini bahwa jumlah penduduk lingkungan Pakkola itu lebih dari dua ribu jiwa. Ditambahkan oleh Kepala Lingkungan Pakkola, Fitriadi, S.Pd.I bahwa jumlah kepala keluarga di dalamnya sebanyak lebih dari lima ratus orang yang terdiri atas lima ketua RT, yaitu Asruddin (RT I), Subhan (RT II), Tasrif (RT III), Munir (RT IV), dan Iqbal Salman (RT V).
Berdasarkan hasil rapat tim, waktu penyaluran zakat secara terpadu kepada para mustahiq beberapa hari sebelum hari idul fithri. Oleh karenanya disepakati pula tentang himbauan kepada para muzakki untuk menunaikan zakat (fithrah)nya lebih awal dari waktu utama berdasarkan hadis Rasulullah SAW yaitu menjelang shalat idul fithri. Hal itu disepakati agar utilitas dari hasil zakat dan donasi sembako benar-benar dapat dinikmati oleh para mustahiq.
Terkait dengan sistem yang diterapkan oleh Tim Relawan, sebelum dilaksanakan penyaluran hasil zakat dan sembako pada hari H kepada para mustahiq, koordinator tim bagian pendataan, Bahtiar bersama beberapa anggota melakukan penelusuran ke semua RT untuk mengkonfirmasi data para warga yang dapat menjadi mustahiq. Dari hasil penelusuran, terdeteksi mustahiq sebanyak 257 KK dengan jumlah riil mustahiq sebanyak 934 orang. Sejumlah orang yang ada tersebut diberikan kupon sebagai pegangan yang akan diserahkan pada saat pengambilan hak zakat dan sembako.
Terkait dengan pelaksanaan penyaluran hasil zakat (fitrah) dan donasi lainnya, Lurah Banggae mengatakan bahwa sejak menjabat sebagai lurah pada tahun 2017 hingga sekarang penyaluran hasil zakat tahun ini luar biasa bagus. Hal ini tercapai karena hasilnya dibagikan secara merata pada semua warga Pakkola yang ada di masing-masing RT. Ini merupakan komitmen dari suatu kerjasama yang kompak dari tim dengan para remaja lingkungan Pakkola melalui kendali kepala lingkungan, Fitriadi, S.Pd bersama para ketua RT. Tentunya tidak terlewatkan peran para amil zakat lingkungan yang menerima zakat dari para muzakki. Demikian keterangan lurah Banggae.
Menurut keterangan ketua tim relawan penyaluran ZIS tahun ini yang juga merupakan imam lingkungan Pakkola, Muh. Tasbih, S.Pd.I bahwa pembagian zakat(fitrah) dan donasi sembako tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurut penyampaiannya bahwa nilai zakat tahun ini di lingkungan Pakkola mencapai lebih dari empat puluh satu juta. Selain itu ada juga donasi beras dari warga masyarakat berkemampuan seperti Toko Sabar Jaya dan beberapa pihak lainnya yang turut menyumbang beras sebanyak enam ratus karung beras (@5 kg) yang disalurkan kepada para mustahiq khususnya para warga faqir miskin di lingkungan Pakkola.
Capaian tersebut merupakan implikasi dari adanya kerjasama yang kompak oleh warga masyarakat lingkungan Pakkola untuk ikut menyukseskan rencana kegiatan tersebut. Atas capaian ini, lurah Banggae berharap agar kegiatan ini dipertahankan bahkan ditingkatkan terutama menyangkut mekanisme teknis penyalurannya agar dapat benar-benar menjangkau segenap warga Pakkola.
Pernyataan senada pun disampaikan oleh Ketua Pengurus Masjid Raudhatul Amin yang berposisi sebagai sekretaris tim pada tahun ini, H. M. Syahid Nahrawi, S.Ag. Beliau menyatakan bahwa penyaluran zakat dan sembako tahun ini dilakukan secara merata. Beliau berharap kegiatan ini dapat tetap berjalan pada tahun selanjutnya dengan menjaga kekompakan semua perangkat yang ada dengan berkordinasi dengan kepala lingkungan bersama para ketua RT karena mereka itu pihak yang lebih mengetahui keadaan masyarakat di RT-nya masing-masing.
Bahkan beliau menambahkan sebagai harapan bahwa beliau menginginkan fungsi masjid yang ada di lingkungan Pakkola bukan hanya sebagai tempat melaksanakan ibadah (mahdhah:pen), tetapi juga masjid dapat memiliki fungsi sosial lainnya seperti yang dilaksanakan pada tahun ini. Bahkan kalau perlu lingkungan Pakkola dapat mewujudkan seperti apa yang dilakukan oleh lingkungan Lipu dalam memberikan pelayanan sosial, yaitu pengadaan mobil jenazah agar dapat turut memeberikan jasa sosial kepada masyarakat.
Selain beberapa pernyataan di atas, Babinsa kelurahan Banggae, Jasman pun ikut merasa terharu dengan adanya kegiatan ini. Demikian pula Babinkamtibmas, Dwi Rudianto mengucapkan terima kasih atas keterlaksanaan kegiatan ini. Beliau menilai positif karena kegiatan tersebut dapat terkoordinir dengan baik. Bahkan berharap upaya ini dapat juga dilaksanakan oleh lingkngan lainnya.
Berdasarkan pengalaman dari keduanya baik Babinsa maupun Babinkamtibmas, mereka mengatakan bahwa kegiatan penyaluran secara terpadu dari hasil zakat oleh para amil di lingkungan ini belum pernah didapatkannya di tempat lainnya. Namun, menurut mereka karena kita masih berada pada masa merebaknya wabah pandemi covid-19, maka tentunya harus tetap menerapkan protokol kesehatan dalam berbagai kegiatan, tanpa kecuali pada kegiatan penyaluran hasil zakat dan sembako ini.
Sebelum mengakhiri narasi tulis ini, penulis yang juga merupakan bagian dari tim relawan penyaluran ZIS lingkungan Pakkola pada bulan ramadhan tahun ini turut merasakan bahwa ada manfaat dan pengaruh signifikan dari kegiatan ini. Selain karena adanya keterpaduan dalam penyaluran hasil zakat dan sembako kepada para mustahiq, juga karena penyalurannya merata kepada semua warga lingkungan Pakkola yang berhak. Sebagai salah seorang imam pada salah satu masjid di lingkungan Pakkola menilai bahwa indikatornya setidaknya tampak pada wajah para mustahiq yang memancarkan rona wajah bahagia. Hal ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini mungkin karena baru pada tahun ini mereka memperoleh suatu kenikmatan tersendiri dari hasil zakat dan donasi sembako para saudara-saudaranya yang memiliki kemampuan untuk ikut berbagi rasa kebahagian menjelang hari kemenangan, idul fithri pada tahun ini. Seperti yang terungkap pada bagian awal tulisan ini, beberapa dari mereka tidak memperoleh seperti apa yang mereka terima pada tahun ini.
Demikian. Semoga bermanfaat.
Salam Kompak Selalu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar