BERDAYA DI ERA LITERASI DIGITAL

 BERDAYA DI ERA LITERASI DIGITAL

Oleh: Yusmin Muin

    Wabah pandemi covid-19 hingga kini belum berakhir. Berita mengenai orang yang terpapar, orang sedang menjalani perawatan, yang sembuh, dan bahkan yang meninggal dunia masih tetap menghiasi media pemberitaan baik internasional maupun nasional. Keadaan ini mengubah tatanan kehidupan massyarakat dunia, tanpa terkecuali Indonesia. Di saat derita wabah, masyarakat dituntut untuk tetap berkinerja walaupun dengan pembatasan-pembatasan dalam mobilitasnya. Masyarakat dalam berkinerja masih tetap diharuskan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan sebagai bentuk ikhtiar menghindari wabah ataupun setidaknya meminimalisasi kemungkinan paparan wabah covid-19. Upaya ini tentunya sangat erat dengan aktivitas mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, dan membatasi mobilitas. Bahkan yang terakhir ditambah lagi dua hal terbaru yang diupayakan yakni memperbanyak doa dan melakukan vaksinasi bagi orang-orang yang secara medis memungkinkan untuk melaksanakannya.

    Salah satu kondisi yang dialami di Indonesia saat ini yaitu adanya pembatasan ruang gerak pada sektor pendidikan. Pembatasan itu berdampak kepada sistem pendidikan di Indonesia. Adanya perubahan di dalam mendesaian kurikulum sebagai tatanan baru yang adaptif terhadap kondisi merupakan keniscayaan. Pengaturan-pengaturan teknis pembelajaran yang tercermin melalui kurikulum darurat masa pandemi covid-19 merupakan solusi adaptif agar pendidikan dapat tetap berjalan di tengah terpaan wabah pandemi covid-19.

    Salah satu keharusan yang dialami dalam tata kelola pendidikan pada masa pandemi covid-19 yaitu pelaksanaan pembelajaran yang tidak dilaksanakan di ruang-ruang kelas satuan pendidikan. Pelaksanaannya dilakukan pendekatan secara syncronouze dalam jaringan internet. Namun jika tidak dapat dilaksanakan seperti itu maka dilaksanakan alternatif lainnya yaitu asyncronouze di luar jaringan internet (luring) dengan cara pedampingan pembelajaran melalui kunjungan terhadap rumah-rumah peserta didik. Dalam perjalanannya, kedua pendekatan tersebut memiliki kendala yang dirasakan oleh para tenaga pendidik. Bagi yang melakukan dengan memanfaatkan jaringan internet ditemukan kendala bahwa tidak semua peserta didik memiliki akses jaringan internet. Demikian pula banyak dari mereka memiliki perangkat yang menunjang untuk akses walaupun mereka berada pada zona yang ada jaringan internetnya.

   Salah satu hal faktual sekarang yang dialami manusia adalah bahwa manusia hidup pada suatu era yang hampir dapat dikatakan semua aspek kehidupan serba digitalisasi. Ini dikenal dengan era mileni. Pada era ini, generasi muda yang disebut dengan generasi Y merupakan generasi potensial  

 

Tidak ada komentar:

LIBUR (GURU) MADRASAH

Oleh: Yusmin Muin                    Libur merupakan satu bagian yang tidak terpisahkan dari setiap orang. Siapapun ia dan apapun aktivitasn...