PERNIK PEMILU 2024 (Edisi 1)

 Oleh: Yusmin Muin



        Rabu 14 Pebruari 2024 merupakan momentum dilaksanakannya pemungutan dan penghitungan suara di Tempat pemungutan Suara (TPS) di seluruh wilayah Negara Keastuan Republik Indonesia (NKRI). Tanpa terkecuali di tempat domisili penulis. Menurut informasi Komite Pemungutan dan Penghitungan Suara (KPPS) pada salah satu TPS di Lingkungan Pakkola yang disampaikan oleh Ketuanya bahwa pemungutan suara dimulai pada pukul 07.00 waktu setempat.

        Beberapa saat sebelum moment pemungutan suara dilaksanakan, penulis menyempatkan diri berkunjung dan melihat-lihat keadaan satu TPS di Pakkola yang kebenaran posisinya berdekatan dengan rumah tinggal penulis. Profil TPS tersebut tampak dari luar membuat penulis penasaran karena perwajahannya mirip tempat dilaksanakan hajatan-hajatan keluarga seperti acara pernikahan, sunatan, dan/atau yang semacamnya. KPPS mendesainnya secara khusus agar terkesan meriah.

        Setelah penulis memasuki bagian dalam dari TPS itu, penulis menyaksikan desaian atau tata ruang yang benar-benar mirip tempat acara pernikahan. Ditambah lagi dengan dominasi warna tata ruangnya dengan warna pink yang biasanya dikonotasikan sebagai warna pilihan kawula muda khususnya para pemudi. Sesaat penulis berpikir tentang pilihan warna pink itu bahwa momentum hari Pemilu tanggal 14 Pebruari tampaknya bertepatan dengan suatu hari yang sangat familiar bagi kawula muda yaitu valentine day. Terlepas dari penilaian kontraversi tentang valentine day dalam persfeksi agama (Islam), penulis memaknainya bahwa pilihan warna dari desain TPS tersebut menggambarkan bahwa dalam menjalani kehidupan ini dibutuhkan semangat sebagaimana semangat yang dimiliki oleh kawula muda. Meskipun telah berumur sepuh bagi mereka yang sudah tua tetap butuh semangat yang besar untuk menjalani sisa kehidupan untuk tetap memberikan nasehat, arahan, dan bahkan menjadi teladan bagi para kawula muda. Di samping itu, dengan warna pink bagi penulis itu dapat bermakna bahwa pink merupakan warna yang berkonotasi kelembutan, feminisme, kepedulian, dan keromantisan. Oleh karena itu, dengan mengambil hikmah dari warna pink ini dalam menghadapi dinamika kehidupan ini terutama dalam menjalani seluruh rangkaian Pemilu 2024, seyogyanya setiap warga NKRI memiliki sifat dan sikap seperti apa yang diikonotasikan dengan warna pink tersebut. Dengan sikap dan sifat seperti itu, setidaknya pelaksanaan Pemilu kali ini dan seluruh rangkaiannya dapat terlaksana dengan aman, lancar, berdemokrasi, tanpa rusuh, ricuh, curang, dan/atau yang semacamnya.

Wassalam.                 

Tidak ada komentar:

LIBUR (GURU) MADRASAH

Oleh: Yusmin Muin                    Libur merupakan satu bagian yang tidak terpisahkan dari setiap orang. Siapapun ia dan apapun aktivitasn...